poster fellowship

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar dan berperan penting dalam pembangunan nasional. Namun, model pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam—seperti pertambangan, perkebunan skala besar, dan kehutanan industri—telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan hidup, iklim, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat adat dan lokal.

Deforestasi, degradasi hutan, pencemaran lingkungan, konflik tenurial, serta meningkatnya emisi karbon masih menjadi persoalan utama di berbagai wilayah Indonesia. Provinsi seperti Jambi, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara menghadapi tekanan besar akibat ekspansi perkebunan kayu dan kelapa sawit, pertambangan batu bara, serta pertambangan nikel yang kian masif.

Data pemantauan terbaru menunjukkan bahwa laju deforestasi di Indonesia masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hilangnya hutan alam tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis, tetapi juga memperbesar risiko bencana ekologis serta memperdalam ketimpangan sosial dan ekonomi.

Dalam konteks tersebut, peran akademisi menjadi sangat penting untuk menghasilkan riset yang kritis, independen, dan berbasis bukti ilmiah guna mendukung advokasi kebijakan, memperkuat peran masyarakat sipil, serta mendorong tata kelola sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Auriga Nusantara meluncurkan Pasopati Academic Fellowship (PAF), sebuah program fellowship yang ditujukan bagi akademisi untuk melakukan riset terapan dan analisis kebijakan terkait deforestasi, industri ekstraktif, dan dampaknya terhadap lingkungan serta hak-hak warga di empat provinsi prioritas: Jambi, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

  1. Dosen atau peneliti dari berbagai disiplin ilmu (lingkungan, kehutanan, geografi, sosiologi, antropologi, hukum, ekonomi politik, kebijakan publik, atau bidang terkait).
  2. Memiliki rekam jejak publikasi ilmiah, policy brief, atau laporan riset (diutamakan).
  3. Memiliki komitmen untuk menyelesaikan riset dan luaran sesuai dengan tenggat waktu.
  4. Diutamakan memiliki surat dukungan dari institusi asal.
  5. Terbuka bagi akademisi muda maupun senior.

Pasopati Academic Fellowship bertujuan untuk:

  1. Mendorong produksi pengetahuan akademik yang relevan dan kontekstual terkait deforestasi, eksploitasi sumber daya alam, dan transisi energi yang adil.
  2. Memperkuat kontribusi akademisi dalam mendukung advokasi kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah.
  3. Membangun kolaborasi strategis antara akademisi, organisasi masyarakat sipil (OMS), dan jurnalis.
  4. Menghasilkan rekomendasi kebijakan dan/atau publikasi ilmiah yang dapat diakses publik.

Ruang lingkup riset PAF 2026 akan berfokus pada isu-isu berikut:

  1. Dampak ekspansi perkebunan kelapa sawit, perkebunan kayu (HTI, biomassa, HPH), dan pertambangan batu bara terhadap deforestasi, lingkungan, dan masyarakat di Kalimantan Tengah.
  2. Dampak ekspansi perkebunan kayu (HTI, biomassa, HPH) terhadap hutan alam, lahan gambut, dan konflik tenurial di Jambi.
  3. Dampak pertambangan nikel terhadap deforestasi, kerusakan lingkungan, serta hak masyarakat adat dan lokal di Sulawesi Tengah dan/atau Sulawesi Tenggara.
  4. Identifikasi High Conservation Value sebagai area No-Go Mining Zones di Sulawesi Tengah dan/atau Sulawesi Tenggara
  5. Analisis kebijakan, tata kelola perizinan, dan keterkaitan rantai pasok komoditas berisiko terhadap hutan.

Program ini terbuka bagi akademisi di Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Akademisi aktif (dosen atau peneliti) yang berafiliasi dengan perguruan tinggi atau lembaga riset.
  2. Memiliki minat dan/atau pengalaman riset pada isu lingkungan hidup, kehutanan, pertambangan, agraria, perubahan iklim, atau hak asasi manusia.
  3. Bersedia berkolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lokal.
  4. Bersedia melakukan riset lapangan (jika diperlukan) di wilayah target.
  5. Mengisi dan mengirimkan formulir aplikasi PAF secara lengkap.
  6. Bersedia mematuhi ketentuan dan kebijakan program fellowship.

Perserta wajib mengumpulkan proposal dengan format sebagi berikut:

  • Proposal maksimal 3 halaman
  • Proposal sudah mencakup rencana anggaran penelitian (RAB)
  • Proposal menyesuikan dengan tema besar dari Pasopati Academic Fellowship (PAF)
  • Proposal terdiri dari; ringkasan eksekutif, latar belakang masalah, pertanyaan penelitian, metodologi dan metode penelitian, rencana luara, linimasa penelitian, dan daftar Pustaka (Format APA7);
  • Mengisi formular aplikasi PAF dan dikirim paling lambat 5 Juni 2026 ke Alamat: vicky@auriga.or.id dengan subjek email: NAMA_PAF26. Template proposal (klik) dan formular bisa diunduh di laman berikut.

Peserta Pasopati Academic Fellowship akan memperoleh:

  1. Dukungan dana riset (termasuk biaya lapangan sesuai kebutuhan).
  2. Pendampingan riset dan metodologi dari mentor.
  3. Akses ke data, peta, dan temuan pemantauan dari Auriga Nusantara dan mitra OMS.
  4. Dukungan diseminasi hasil riset melalui forum publik dan jejaring media.

Rangkaian kegiatan Pasopati Academic Fellowship direncanakan berlangsung dari April hingga November 2026, dengan tahapan sebagai berikut:

  1. 20 Mei 2026 – 5 Juni 2026Call for Proposal &  Pengajuan proposal riset.
  2. 6 Juni 2026 – 11 Juni 2026: Seleksi awal dan diskusi dengan kandidat terpilih untuk klarifikasi proposal terpilih dalam seleksi awal.
  3. 12 Juni 2025: Pengumuman peserta terpilih
  4. 25 Juni 2026: Lokakarya pengenalan program dan penggunaan data terbuka.
  5. 29 Juni  - 15 November 2026: Pelaksanaan riset dan pendampingan.
  6. November 2026: Presentasi dan diseminasi hasil riset.

Peserta Pasopati Academic Fellowship diharapkan menghasilkan minimal:

  1. Satu laporan riset atau policy brief berbasis temuan lapangan dan/atau analisis data.
  2. Satu artikel ilmiah populer atau artikel opini berbasis riset untuk publik luas.
  3. Rekomendasi kebijakan yang relevan dengan isu riset.

Pasopati Academic Fellowship diharapkan menjadi ruang kolaboratif bagi akademisi untuk berkontribusi secara nyata dalam upaya perlindungan lingkungan, penguatan hak-hak masyarakat adat dan lokal, serta perbaikan tata kelola sumber daya alam di Indonesia. Melalui riset yang kritis dan berpihak pada keadilan ekologis, program ini diharapkan dapat memperkaya diskursus publik dan mendukung perubahan kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi vicky@auriga.or.id

Pasopati Project dirancang sebagai sebuah situs yang menampilkan informasi, data, dan analisis isu-isu kehutanan, persawitan, dan pertambangan. Situs ini fokus menyampaikan suara kritis pada tema-tema tersebut, termasuk mengenai pelakunya dan kebijakan-kebijakan terkait.

Pasopati Project didedikasikan untuk mencapai salah satu tujuan Auriga, yakni mengeliminir aksi-aksi destruktif terhadap sumberdaya alam.

Situs ini dikelola oleh Auriga. Namun demikian ekspose-ekspose tertentu dalam situs ini dilakukan bersama jejaring.