Belajar dari kebakaran hutan dan lahan 20 tahun terakhir


PENGANTAR
Sejak 1982-1983, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seolah menjadi ritual tahunan di Indoensia dengan kebakaran luar biasa terjadi di antaranya, seperti 1991, 1994, 1997-1998. 2002, 2004, 2006, 2009, 2014, 2015, dan 2019. 

Bila dicermati, provinsi kejadian kebakaran cenderung tidak berubah. Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur. Namun demikian, episentrum api baru juga mulai muncul, seperti Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Pola-pola seperti di atas semestinya dianalisis lebih mendalam dan dijadikan rujukan pengendalian api ke depan. Karena itulah diskusi virtual Belajar dari kebakaran 20 tahun terakhir ini diselenggarakan.

WAKTU
Hari/Tanggal   : 12 Agustus 2020
Pukul                : 13.00 -15.00 WIB
Tempat            : Ruang virtual
Pendaftaran    :
https://auriga.or.id/ngopini-hutan-1/pendaftaran 

NARASUMBER

  • Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana
  • Gubernur Kalimantan Barat
  • Prof. Bambang Hero (IPB)
  • Auriga Nusantara 
                           
MODERATOR
Timer Manurung (Auriga Nusantara) 
 

[Sept] Membangun hutan tanaman: haruskah mengorupsi hutan alam?

Tak hanya meminggirkan masyarakat lokal dan memicu kepunahan spesies flagship, tapi sejarah HTI sama dengan penghabisan hutan alam. Haruskah begitu?

[Agustus] Melindungi hutan alam tersisa pasca-covid-19

Tekanan ekonomi & politik terhadap hutan akan meninggi pasca-covid-19. Haruskah hutan alam kita korbankan? Bagaimana melindunginya?

Kebakaran Dan Penegakan Hukum

Peran pemegang konsesi dalam kebakaran hutan dan lahan baik di tanah mineral maupun gambut sangat signifikan. Terbukti tahun 2015 dan 2019 area konse...